Dalam lingkungan komputasi awan, pemilihan jenis penyimpanan yang tepat merupakan aspek penting untuk menunjang performa dan kebutuhan aplikasi. Dua jenis penyimpanan yang sering digunakan adalah Ephemeral Disk dan DBlock. Keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam hal sifat penyimpanan, kegunaan, performa, serta kapasitas yang didukung.
1. Definisi dan Pengertian
a. Ephemeral Disk
Ephemeral disk adalah penyimpanan sementara yang terhubung langsung dengan instance di DCloud. Penyimpanan ini akan hilang ketika instance dimatikan atau dihapus karena data yang tersimpan di ephemeral disk bersifat tidak permanen. Dengan sifat tersebut, ephemeral disk tidak cocok untuk penyimpanan jangka panjang yang membutuhkan keandalan atau keamanan data yang tinggi.
Penyimpanan ini umumnya digunakan untuk menyimpan data sementara yang tidak penting atau tidak memerlukan persistensi, seperti file cache atau log sementara. Dari segi kapasitas ephemeral disk biasanya terbatas dan tergantung pada spesifikasi yang tersedia pada instance DCloud.
b. DBlock
DBlock adalah solusi penyimpanan data yang bersifat persisten, artinya data tetap tersimpan meskipun instance dimatikan atau dihapus. DBlock mendukung fleksibilitas yang tinggi karena dapat dilepas dan dipasang kembali ke instance lain, memungkinkan pengelolaan data yang lebih efisien.
Dengan sifat yang tahan lama dan persistensial, DBlock cocok digunakan untuk menyimpan data-data penting yang membutuhkan tingkat keamanan tinggi, seperti basis data atau file aplikasi operasional. Selain itu, fleksibilitas DBlock memungkinkan pengguna untuk membuat bootable volume, sehingga sistem operasi dapat diinstal langsung pada volume untuk meningkatkan reliabilitas dan efisiensi sistem.
Berdasarkan kapasitas, DBlock sangat fleksibel dan dapat diskalakan sesuai dengan pertumbuhan data, meskipun ukuran volume tidak dapat dikurangi. Kapasitas awal dimulai dari 50 GB dan dapat ditingkatkan hingga mencapai skala terabyte (TB). Peningkatan kapasitas dapat dilakukan secara dinamis tanpa perlu mematikan instance yang sedang berjalan.
2. Perbedaan Utama
Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara Ephemeral Disk dan DBlock:
| Aspek | Ephemeral Disk | DBlock |
| Ketahanan Data | Sementara, data hilang saat instance mati atau dihapus. | Persistensial, data bertahan meskipun instance mati atau dihapus. |
| Aksesibilitas | Terhubung langsung ke instance, tidak bisa dipindahkan ke instance lain. | Dapat dipindahkan dan diakses beberapa instance. |
| Fleksibilitas | Hanya digunakan selama instance aktif. | Volume dapat dipasang, dilepas, dan dipindahkan. |
| Kegunaan | Penyimpanan sementara, seperti cache dan data non-produksi. | Penyimpanan data penting, seperti basis data dan aplikasi penting. |
| Performa | Performa tinggi, tergantung pada host fisik. | Tergantung pada jaringan dan arsitektur penyimpanan. |
| Kapasitas | Tergantung spesifikasi yang tersedia pada instance DCloud. | Dapat diskalakan mulai dari 50 GB hingga beberapa terabyte. |
| Biaya | Lebih murah, karena sudah termasuk saat membeli instance DCloud. | Lebih mahal, karena menawarkan jaminan persistensi data. |
| Penggunaan Jangka Panjang | Tidak cocok untuk jangka panjang karena data tidak bertahan. | Cocok untuk penyimpanan jangka panjang yang membutuhkan persistensi. |
3. Kegunaan dan Skenario Penggunaan
a. Kapan Menggunakan Ephemeral Disk
Ephemeral disk cocok digunakan untuk data yang tidak memerlukan persistensi atau data yang bisa dengan mudah diregenerasi. Beberapa skenario umum yang cocok menggunakan ephemeral disk antara lain:
- Penyimpanan sementara: Misalnya, penyimpanan untuk file log sementara, cache aplikasi, atau file sementara yang tidak memerlukan keamanan dan penyimpanan jangka panjang.
- Aplikasi yang memerlukan performa tinggi: Karena ephemeral disk seringkali terpasang langsung pada host fisik, performa I/O (input/output) lebih tinggi, dibandingkan dengan penyimpanan yang melalui jaringan.
- Instance jangka pendek: Jika instance direncanakan hanya akan berjalan sementara, ephemeral disk merupakan pilihan yang lebih hemat biaya.
b. Kapan Menggunakan DBlock
DBlock lebih cocok digunakan untuk aplikasi dan data yang memerlukan jaminan keamanan dan persistensi. Beberapa skenario umum yang cocok menggunakan DBlock antara lain:
- Penyimpanan data penting: Data yang tidak boleh hilang seperti basis data dan file aplikasi, penyimpanan DBlock tetap aman meskipun instance dimatikan.
- Backup dan pemulihan data: DBlock memungkinkan pembuatan snapshot untuk backup data, berguna untuk pemulihan cepat dalam kasus kegagalan sistem.
- Skalabilitas penyimpanan: Ukuran DBlock dapat ditingkatkan seiring bertambahnya kebutuhan tanpa mengganggu aplikasi yang sedang berjalan.
4. Kesimpulan
Pilihlah Ephemeral Disk atau DBlock sesuai dengan sifat data dan kebutuhan aplikasi yang diperlukan.
Ephemeral disk menawarkan solusi penyimpanan yang cepat dan hemat biaya untuk data sementara yang bersifat tidak krusial. Sebaliknya, DBlock memberikan solusi jangka panjang untuk penyimpanan data kritis yang andal dengan keamanan tingkat tinggi.
Oleh karena itu, penyimpanan dengan penggunaan jangka panjang lebih direkomendasikan dengan DBlock karena jaminan persistensinya.
Rekomendasi Produk DCloud:
- DCloud: Penyimpanan sementara dan terhubung langsung dengan instance DCloud (Ephemeral disk)
- DBlock: Penyimpanan tambahan dan data yang memerlukan persistensi dan keamanan.
- DBlock Bootable Volume: Sebuah fitur yang dapat digunakan untuk menginstal dan menjalankan sistem operasi di volume dengan cara mengaktifkan pilihan Bootable volume saat berlangganan DBlock.
Dengan memahami karakteristik masing-masing jenis penyimpanan dan produk yang ditawarkan, Anda dapat memilih solusi yang paling sesuai untuk mendukung operasi aplikasi dan data dalam jangka panjang.